Tampilkan postingan dengan label Mystery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mystery. Tampilkan semua postingan

Acrimony 2018- Kisah Seorang Istri

Acrimony atau sempat memakai judul Tyler Perry’s She’s Living My Life merupakan film psikologis terbaru 2018 yang berasal dari Amerika dengan genre Drama dan Thriller. Film Acrimony diproduseri, disutradarai, dan ditulis oleh Tyler Perry.

Selain itu yang tak kalah menariknya adalah beberapa pemain bintang yang membintangi serial besutan rumah produksi Tyler Perry Company ini. Mereka sudah tak asing lagi di ranah perfilman Amerika, nama-nama mereka diantaranya yaitu Taraji P. Henson, Ajiona Alexus, serta Danielle Nicolet.

Acrimony yang didistributori oleh Lionsgate Films akan rilis dan tayang perdana di bioskop pada tanggal 30 Maret 2018. Film drama buatan Amerika Serikat ini disaat awal penayangannya nanti akan menggunakan bahasa Inggris Amerika sebagai bahasa utamanya.

Acrimony, Download Poster Film Acrimony 2018, Tyler Perry, Tyler Perry Studios, Lionsgate Films, Taraji P. Henson, Ajiona Alexus, Lyriq Bent, Tika Sumpter, Crystle Stewart, Jay Hunter, Jazmyn Simon, Antonio Madison, Danielle Nicolet, Jason Vail, Ptosha Storey

Sinopsis :

Film Acrimony 2018 bercerita mengenai kisah dari seorang istri menjalin kisah cinta begitu setia terhadap suaminya, wanita tersebut  bernama Melinda (diperankan oleh Taraji P. Henson). Melinda sudah melewati banyak waktu dengan sang suami, baik itu berupa suka maupun duka semenjak mereka masih mudah.

Masa-masa romantis yang selalu diusahakan terjalin dinatara kedua, hingga pada akhirnya mereka meresmikan status di jenjang pernikahan. Namun ternyata dibalik itu, Melinda harus menerima sebuah kenyataan yang amat pedih. Yakni orang yang selama ini dia percaya dan begitu dia banggakan sudah menghianati kesetiaannya tersebut.

Perbuatan sang suami yang begitu licik dan penghiatan tersebut, membuat Melinda harus menyimpan sebuah dendam terhadap sang suami. Hingga pada akhirnya dia mulai berfikir untuk membalaskan itu semua, dengan membuat terror yang mengerikan untuk sang suami dan kekasih barunya tersebut.

Bagaimana kisah selanjutnya ? Dan apa terror yang dilakukan oleh Melinda terhadap suaminya serta kekasihnya ? Silahkan tunggu dan nonton film Acrimony di bioskop dekat rumahmu.

Sinopsis Film Ocean's 8 2018 - Delapan Wanita Hebat

Ocean’s 8, Ocean’s Eight, Ocean’s 8: Las estafadoras atau Oceans Delapan 8 merupakan sebuah film Box Office terbaru  bergenre aksi, kejahatan dan petualangan. Film Oceans 8 ditangani oleh sutradara berbakat Gary Ross yang juga berperan sebagai penulis naskah skenario dengan dibantu oleh rekannya, Olivia. Film ini merupakan sebuah sekuel dan sebuah reboot seri Ocean’s Trilogy dan spin-off dari Ocean’s 11.

Film “Ocean’s 8” akan dibintangi oleh para artis profesional seperti Matt Damon, Dakota Faanning, Olivia Munn, Sarah Paulson, Anne Hathaway, Sandra Bullock, Cate Blanchett dan para artis lainnya.

Oceans 8 Movie diproduksi oleh rumah produksi film Village Roadshow Pictures dan Smokehouse Pictures dan berkolaborasi dengan distributor Warner Bros.  Film Ocean’s Eight dijadwalkan rilis dan tayang perdana di Indonesia adalah pada tanggal  8 Juni 2018.

Ocean's 8, Film Ocean's 8, Download Poster Ocean's 8, Pemain Ocean's 8, Sinopsis Ocean's 8, Ocean's Eight, Ocean's 8: Las estafadoras, Oceans Delapan 8

Sinopsis :

Film Ocean’s 8 bercerita tentang kisah spektakular para wanita cantik Hollywood yang akan diperankan oleh tim beranggotakan delapan wanita. Tim ini akan diketuai oleh seorang aktris cantik  Debbie Ocean (Sandra Bullock).

Debbie Ocean memiliki sebuah tim, mereka terdiri dari Lou (diperankan Cate Blanchett), Nine Ball (diperankan Rihanna), Rose ( diperankan Helena Bonham Carter), Tammy (diperankan Sarah Paulson),  Constance (diperankan Awkwafina) dan Amita (diperankan Mindy Kaling).

Disisi lain juga diceritakan ketika dipimpin oleh sang ketua Debbie, kelompok tersebut memiliki rencana untuk merampok sebuah kalung milik dari seorang bintang populer bernama Daphne Kluger (Anne Hathaway). Kalaung yang dicuri tersebut berharga sampai jutaan dollar atau sekitar 14 juta USD. Mereka semua akan melancarkan atau melakukan misinya di sebuah acara met gala. Acara tersebut akan dihadiri oleh banyak bintang populer yang ada didunia.

Para wanita tersebut juga harus memikirkan bagaimana cara agar bisa menembus keamaan dari acara met gala. Karena acara tersebut juga memiliki keaman yang sangat canggih.

Penasaran dengan aksi kedepalan wanita yang spektakular ini? Maka bagi para penikmat film box office jangan sampai ketinggalan nonton film Ocean’s 8 AKA Ocean’s Eight hanya di bioskop terdekat di kota anda.
Sumber

Sinopsis Film Alpha 2018 - Kelangsungan di Zaman Es

Alpha atau yang memiliki judul lain Untitled Albert Hughes Project merupakan sebuah film aksi, thriller, drama terbaru tahun 2018 asal Amerika Serikat. Film Alpha atau The Solutrean ini mengisahkan tentang keberlangsungan hidup pada zaman Es terakhir di masa 20.000 tahun lalu. Film ini disutradari oleh sutradara ternama Albert Hughes.

Naskah film Alpha juga ditulis oleh sang sutradara Albert Hughes dibantu oleh para rekannya yakni Dan Wiedenhaupt. Sedangkan produser dari film terbaru 2018 ini adalah Andrew Rona. Alpha movie rencananya akan segera dirilis pada tanggal 2 Maret 2018 mendatang di bioskop Amerika Serikat.

Film Alpha 2018 akan didistributori oleh United International Pictures, Columbia Pictures, Universal Pictures International dan Sony Pictures Releasing bersama Rumah Produksi Film Studio 8. Film ini akan diramaikan oleh sejumlah bintang populer seperti Leonor Varela, Mercedes de la Zerda, Kodi Smit-McPhee, Jens Hultén, Marcin Kowalczyk, Priya Rajaratnam, Spencer Bogaert, Patrick Flanagan, Kyle Glenn Thomas, Michael Kruse-Dahl, Louis Lay, Blake Point dan juga Nestor de la Zerda.

Inti cerita dalam film Alpha dikisahkan seorang pemuda yakni Kodi berusaha sekuat tenaga untuk melawan situasi agar ia dapat menemukan jalan pulang setelah ekspedisi berburu yang ia lakukan tidak berjalan lancar. Kisah abadi yang eksis selama berabad – abad ini menangkap sebuah narasi mengenai hubungan antara manusia dengan sahabat terbaik “the dog”.
Alpha, Alpha 2018, Alpha film, Alpha Movie, Download Poster Alpha, Kodi Smit-McPhee, Leonor Varela, Jens Hultén, Albert Hughes, Andrew Rona, Dan Wiedenhaupt, Columbia Pictures, Sony Pictures,

Sinopsis :

Film Alpha akan mengisahkan tentang keberlangsungan hidup pada Zaman Es terakhir yang ditetapkan 20.000 tahun silam. Dalam film ini yang menjadi tokoh utama adalah seorang pemuda bernama Keda (Kodi Smit-McPhee) yang berjuang mati – matian melawan kondisi mengecam yang harus ia lalui demi menemukan jalan pulang setelah ia gagal dalam ekspedisi berburu. Sebuah kisah yang abadi hingga berabad – abad ini merupakan salah satu cerita narasi hebat yang mengambil tema hubungan antara “the dog” dengan manusia. Keduanya menjadi sahabat baik meskipun berbeda suku.

Film yang digarap oleh sutradara bernama Albert Hughes ini rencananya akan segera dirilis pada tanggal 2 Maret 2018 di Amerika Serikat. Selain itu, film ini dikabarkan juga akan tayang di negara Spanyol dengan judul yang sama yakni “Alpha”, sedangkan di negara Brazil berjudul “Alfa”.

Film ini memang disutradarai oleh sutradara kondang dengan segudang pengalaman dalam bidang perfilman. Albert Hughes sudah berhasil mensutradarai sejumlah film yang berhasil lulus tayang bahkan mendapatkan respon yang baik bagi masyarakat. Beberapa judul film yang disutradari oleh Albert Hughes diantaranya Form Hell, American Pimpi, The Book of Eli, Dead Presidents dan juga Menace II Society.

Lalu, akankah film terbaru berjudul Alpha yang juga disutradarai oleh Albert Hughes bakalan mendapatkan respon yang baik pula dari para pecinta film? Tentunya anda sudah tidak sabar lagi menunggu tanggal rilis film ini? Sabar ya? Tunggu sesaat lagi hingga bulan Maret mendatang. Simak sinopsis film barat terbaru lainnya.
Sumber

Sinopsis Film The Nun, Terungkap Kematian Valak Hantu The Conjuring

Film horor The Nun besutan sutradara Corin Hardy tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu 5 September 2018.

The Nun adalah prekuel yang menghadirkan cerita-cerita sebelum dimulainya kisah dalam semesta The Conjuring Series.

Cerita The Nun berkisar pada upaya pengungkapan misteri kematian the Demon Nun Valak. Pengungkapan ini juga yang menyasar pada skandal berikutnya: rahasia-rahasia biara yang selama ini disembunyikan.

Bermula dari kematian seorang biarawati di Rumania yang mendadak membuat petinggi Vatikan geger. Nyawa seorang biarawati melayang dengan cara yang tidak wajar dan misterius.

Pihak Vatikan selanjutnya merespon permasalahan ini dengan mengutus seseorang untuk menyelidikinya. Adalah pastor bernama Father Burke (Demián Bichir) dari Eropa Selatan yang dikirim untuk menyelidiki kematian biarawati tersebut.

Satu per satu berbagai pecahan misteri kematian sang biarawati terungkap yang membuat Father Burke kewalahan, baik secara psikis, mental, maupun jiwanya.

Kejadian apa yang sebenarnya terjadi di Rumania?

Dilansir dari Fandago, James Wan sutradara The Conjuring menjelaskan kenapa The Nun berlatar pada tahun 1952 di Rumania.

“The Nun berlatar tahun 1952, lebih awal 25 tahun dari plot The Conjuring 2, yang merupakan tempat pertama kami bertemu Valak, Demon Nun. Dan itu tujuh tahun setelah peristiwa-peristiwa utama dalam Annabelle: Creation, yang merupakan tempat terakhir kita melihat Valak,” jelas James Wan dalam wawancaranya.


Kemudian, apa hubungan antara kejadian ini dengan sosok Sister Irene (Taissa Farmiga) yang tampil cukup mengesankan dalam trailer The Nun?

Dalam trailer pertama The Nun, terlihat gambar seorang biarawati muncul di dekat Suster Irene (Taissa Farmiga)

“Saya melihat seorang biarawati,” kata suster Irene dalam trailer pertama The Nun.

Dalam trailer tersebut terdapat adegan yang menunjukkan Suster Irene berjalan di terowongan gelap yang diterangi oleh cahaya lilin saat hantu seorang biarawati mengikutinya. Begitu Suster Irene menyadari bahwa dia sedang diikuti, seorang biarawati lain berlari dan menyerangnya.

"Berdoalah untuk Pengampunan," kata-kata itu mengakhiri trailer The Nun.

James Wan selaku produser The Nun menggandeng sutradara Corin Hardy yang sebelumnya telah menyutradarai film horor 2015 The Hallow.

Aktris karakter Bonnie Aarons mengulangi perannya sebagai Valak, sementara Taissa Farmiga mengikuti jejak saudaranya Vera dengan bergabung dengan franchise sebagai Suster Irene, biarawati dari Vatikan.

Aktor nominasi Oscar Demián Bichir yang terakhir terlihat di Alien: Covenant, di The Nun berperan sebagai imam. Film ini juga menampilkan Jonas Bloquet (Elle) sebagai penduduk setempat, ditambah Charlotte Hope (Game of Thrones) dan Ingrid Bisu (Toni Erdmann) sebagai biarawati dari ordo yang sedang diselidiki.

Gary Dauberman yang menulis film Annabelle dalam waralaba Conjuring turut menulis skenario di The Nun.

Bagaimana film The Nun cocok dengan semesta sinematik The Conjuring?

“Di sinilah semuanya dimulai,” jawab James Wan.

Dalam cakupan internasional, film The Conjuring 2 yang dilatarbelakangi pengalaman pasangan cenayang Ed dan Lorraine Warren ini merajai box office di mana-mana. Di Amerika Latin yang notabene pengaruh katoliknya kuat, Conjuring 2 tak bisa tertahan. Hal sama terjadi di Australia dan beberapa negara Asia.

Sedangkan di Amerika Serikat, The Conjuring 2 berhasil meraup pendapatan hingga $40,4 juta pada pekan pertama. Capaian ini tak beda jauh dengan sekuel pertama The Conjuring yang memeroleh $41,8 juta saat dirilis 2013 lalu.

Subgenre horor-supranatural memang sedang naik daun dalam 20 tahun terakhir. Subgenre ini jadi andalan Hollywood menakuti orang, ketimbang sub-genre lain seperti horor-slasher atau horor-torture.
Sumber

Sinopsis Jurassic World 2 : Fallen Kingdom

Jurassic  World 2 adalah sekuel dari seri Jurassic World (2015) dan angsuran kelima dari seri film Jurassic Park.  Film Jurassic World: Fallen Kingdom yang bergenre petualangan, ilmiah dan aksi ini disutradarai oleh Juan Antonio Bayona, sedangkan skenarionya ditulis oleh Derek Connolly dan Colin Trevorrow.

Film Jurassic World: Fallen Kingdom menjadi menarik dan layak menjadi pilihan tontonan wajib mengingat film ini akan menampilkan letusan gunung berapi dan kehancuran disertai kepanikan massal. Para dinosaurus pun terancam punah lagi. Selain itu, di film ini menampilkan dinosaurus jenis baru yakni Baryonyx, berkulit gelap kekuningan..

Baryonyx merupakan jenis dinosaurus bipedal yang dapat tumbuh hingga 9 meter panjangnya dan mempunyai ketinggian hingga 3,1 meter. Baryonyx merupakan golongan pemakan daging yang cukup ganas.

Dua karakter yakni Owen Grady (Chris Pratt) dan Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) yang berperan sebagai pelatih dinosaurus menjadi sosok penting yang diharapkan mampu menyelamatkan kehancuran tersebut. Sejumlah karakter baru akan diperankan oleh Daniella Pineda dan Justice Smith. Juga tak ketinggalan ahli matematika Dr. Ian Malcolm yang diperankan oleh Jeff Goldblum.

Sinopsis Film Ocean’s 8

Film ‘Jurassic World: Fallen Kingdom’ bercerita 4 tahun setelah taman Jurassic World ditutup. Owen Grady (Chris Pratt) dan Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) kembali ke Isla Nubar. Claire telah mendirikan sebuah organisasi yang bernama Dinosaur Protection Group, dan mereka sedang mencari jalan untuk mengevakuasi semua dinosauraurus dari pulau Isla Nublar.

Mereka berusaha untuk menyelamatkan dinosaurus, terutama raptor bernama Blue yang dirawat sejak lahir oleh Owen, dari ancaman potensi gunung meletus yang bisa memusnahkan semua makhluk hidup di sana.

Namun situasi menjadi semakin rumit karena misi mulia mereka kemudian mengungkap sebuah konspirasi rahasia.

Detail Cast and Crew Film JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM   

Jenis Film : Action, Adventure, Sci-fi
Durasi : 96 menit
Negara Asal : Amerika
Produser : Patrick Crowley, Frank Marshall, Beln Atienza
Sutradara : Juan Antonio Bayona
Penulis Naskah : Derek Connolly, Colin Trevorrow
Produksi : Legendary Entertainment, Universal Pictures
Pemain : Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, B.D Wong, James Cromwell, Ted Levine, Justice Smith, Geraldine Chaplin, Daniella Pineda, Toby Jones, Rafe Spall, Jeff Goldblum

Review Film TRUTH OR DARE (2018) : Mainkan atau Mati

‘Truth or Dare’ merupakan film bergenre horor dan thriller yang berasal dari negara Amerika Serikat. Film ini disutradarai oleh Jason Blum, dan skenarionya ditulis oleh Jeff Wadlow.

Film Truth or Dare yang diproduksi oleh Blumhouse Productions dan didistribusikan oleh Universal Pictures, fokus ceritanya tentang Olivia dan teman-temannya memainkan permainan Truth or Dare, yang kemudian berubah menjadi sebuah malapetaka dan teror. Truth or Dare adalah sebuah permainan yang mengharuskan setiap pemain yang ditunjuk menjawab pertanyaan dengan jujur atau melakukan tantangan yang diberikan oleh lawan mainnya.

Film ini dibintangi di antaranya oleh Lucy Hale, Violett Beane, Tyler Posey, Nolan Gerard Funk, Landon Liboiron.

Sinopsis Film Truth or Dare

Film Truth or Dare bercerita tentang sekelompok mahasiswa, Olivia dan teman-temannya yang memainkan permainan ‘truth or dare’ atau yang biasa dikenal dengan permainan jujur atau berani, untuk bersenang-senang. Permainan berawal dengan sangat menyenangkan berjalan dengan mulus. Hingga kemudian sebuah kejadian diceritakan oleh salah satu pemain sebagai permintaan menjawab pertanyaan dari permainan ini.

Namun tanpa disangka permainan itu membawa teror dan kematian bagi para pemainnya. Permainan Truth or Dare ini kemudian menjadi mencekam ketika keanehan pertama muncul dan dialami oleh Olivia, dan dia juga mendapatkan berbagai teror menyeramkan.

Teror dari permainan ini juga dialami oleh teman-teman Olivia. Teror yang tidak wajar ini, diyakini berasal dari makhluk supranatural yang terus membayangi kehidupan mereka.

Segalanya berubah, permainan ini menjadi semakin menakutkan ketika mereka menyadari sebuah peraturan dimana para pemainnya harus menjawab dengan jujur dan harus menerima tantangan melakukan kegiatan yang diminta oleh makhluk astral tersebut.

Seseorang memulai untuk menghukum orang-orang yang berbohong atau menolak tantangan Permainan ini pun berubah menjadi teror yang mematikan. Satu persatu teman-teman Olivia ikut menjadi korban permainan Truth or Dare. Mereka harus menjawab dengan jujur atau menerima tantangan, dan jika tidak hukumannya adalah kematian. Olivia mulai sadar ada seseorang di balik keganjilan yang mereka dapatkan.

Dapatkah mereka selamat atau menghentikan ancaman teror itu?

Detail Cast and Crew Film TRUTH OR DARE

Jenis Film : Horor, Thriller
Durasi : 100 menit
Negara Asal :Amerika
Produser : Jason Blum
Sutradara : Jeff Wadlow
Penulis Naskah : Jillian Jacobs, Michael Reisz, Christopher Roach, Jeff Wadlow
Produksi : Blumhouse Productions, Universal Pictures
Pemain : Lucy Hale, Violett Beane, Tyler Posey, Nolan Gerard Funk, Brady Smith, Aurora Perrineau, Landon Liboiron, Sophia Taylor Ali

Review Film COLD SKIN (2018): Hidup dalam Kesendirian di Antartika

‘Cold Skin’ adalah film bergenre adventure dan sci-fi kolaborasi dua negara yaitu Spanyol dan Prancis. Film ini diproduksi oleh Kanzaman, Ink Connecting, Samuel Goldwyn Films, dan ceritanya digarap oleh Jesus Olmo, Eron Sheean dan Albert Sanchez Pinol. Sedangkan untuk sutradara dipercayakan pada Xavier Gens.

Film Cold Skin, intinya bercerita tentang seorang pemuda yang bertahan hidup sendirian di Antartika, dan melawan makhluk misterius yang ada di situ. Dibintangi oleh Ray Stevenson sebagai pemeran utamanya. Bintang lainnya yakni David Oakes, Aura Garrido.

Film ini telah dirilis di spanyol pada 20 Oktober 2017. Film ini masih layak di tonton walaupun endingnya terkesan dibuat sederhana dan tidak seperti yang kita inginkan.

Sinopsis Film Cold Skin

Film ‘Cold Skin’ bercerita pada masa perang dunia tahun 1914, seorang pemuda (Ray Stevenson) ditugaskan untuk melakukan perjalanan ke kutub selatan menuju sebuah pulau terpencil di antartika, untuk menggantikan seorang pengamat/peramal cuaca (petugas mercusuar) yang telah lebih dahulu bertugas di sana.

Meski keraguan tengah meliputi pemuda tersebut, namun ia tidak memiliki pilihan lain. Berangkatlah sang pemuda menggunakan kapal uap. Ternyata, setiba di sana, ia tak menjumpai petugas yang hendak digantikannya. Ia hanya menemukan seorang pria tua bernama Gruner. Menurut Gruner Kemungkinan sang petugas yang lama meninggal karena penyakit tifus yang saat itu sedang terjadi di Eropa.

Saat malam datang, si pemuda tiba-tiba diserang oleh makhluk misterius. Beruntung ia bisa selamat. Keesokan harinya, ia menemui Gruner. Pria itu menjelaskan bahwa yang menyerang si pemuda semalam adalah humanoids laut, hewan atau manusia langka dan penyebab mengapa menyerang tak diketahui.

Di sana, di ujung bumi, si pemuda harus bertahan hidup dalam kesendirian. Dia tidak menemukan jejak orang yang telah lebih dahulu dikirim, hanya orang tanpa nama yang telah menyaksikan kengerian yang ada di pulau itu.

selama 12 bulan ke depan, si pemuda hidup dalam kesendirian dan keheningan, termasuk makhluk-makhluk aneh berbahaya di sekitarnya. Mampukah ia bertahan?

Detail Cast and Crew Film COLD SKIN   

Jenis Film : Adventure, Horor, Sci-fi
Durasi : 106 menit
Negara Asal : Spanyol, Prancis
Produser : Mark Albela Denise O’dell
Sutradara : Xavier Gens
Penulis Naskah : Jesus Olmo, Albert Sanchez Pinol, Eron Sheean.
Produksi : Kanzaman, Ink Connecting, Samuel Goldwyn Films, Diamond Film (distributor)
Pemain : Ray Stevenson, David Oakes, Aura Garrido, Winslow M. Iwaki, John Benfield
Rilis : TBA Juni  2018

Review Film The Babadook (2014)

Mana diantara dua opsi berikut yang menurut anda akan memberikan sensasi menonton yang lebih mengasyikkan: secara konsisten terus disajikan berbagai materi horor dari gimmick klasik hingga jump scare, atau justru masuk kedalam petualangan dimana anda hanya di beri tahu bahwa ada sesuatu yang menyeramkan disana namun kemudian dilepas untuk bermain-main secara liar bersama imajinasi yang perlahan membentuk sendiri rasa takut anda? For me opsi kedua lebih mengasyikkan, dan film ini punya hal tersebut, The Babadook, a very good classic haunted house & psychological horror. Gripping. Riveting!

Pada hari dimana ia hendak melahirkan, wanita bernama Amelia (Essie Davis) justru harus kehilangan salah satu sosok yang paling ia cintai dalam hidupnya. Suaminya, Oskar (Ben Winspear), meninggal dunia akibat kecelakaan mobil tujuh tahun yang lalu, kisah yang juga menjadi favorit bagi anak mereka Samuel (Noah Wieseman) untuk diceritakan kepada orang lain. Celakanya beban Amelia tidak hanya harus berjuang keluar dari mimpi buruk tadi, menjadi ibu tunggal di usia muda, namun juga harus berhadapan dengan tingkah laku Sam yang bahkan telah dinilai mengerikan oleh orang-orang disekitar mereka.

Namun seperti ibu pada umumnya Amelia tidak merasa ada yang salah pada Sam, ia bahkan dengan sabar menunjukkan pada anaknya itu bahwa tidak ada sosok aneh di dalam lemari hingga dibawah tempat tidur seperti yang ia ucapkan, dan kemudian membacakan Sam buku cerita sebelum tidur. Tapi suatu hari siklus yang mereka lakukan secara teratur itu berubah dimana Sam diperbolehkan untuk memilih buku cerita yang ia inginkan. Buku yang dipilih itu berjudul "Mister Babadook", buku bersampul merah tanpa penerbit dan penulis yang berkisah tentang tuan Babadook, sosok supranatural yang membawa bahaya bagi mereka.


Pertanyaan di bagian awal tadi sesungguhnya telah menjadi clue yang sangat besar, bahwa The Babadook bukan merupakan sebuah horror yang menggunakan premis dari sinopsis yang ia punya agar membuka arena bermain untuk kemudian menyuapi penontonnya dengan materi horror sembari mengajak mereka mencari jawaban atas teka-teki yang ia lemparkan. Jennifer Kent menekan kuantitas hal tersebut pada kisah yang ia lebarkan dari film pendek miliknya yang berjudul Monster ini, menjaganya untuk tampil dalam kualitas yang tidak kalah baik, namun kemudian menyandingkan hal tadi bersama perputaran cerita yang berisikan kelelahan psikologis atau penderitaan mental yang menyenangkan.

The Babadook adalah film horror yang menyenangkan karena berhasil bercerita dengan rapi. Seperti yang disebutkan sebelumnya anda tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada karakter, dan tanpa mencoba untuk tampil rumit penonton akan dengan mudahnya terjebak kedalam cerita berkat pesona dari dua karakter yang mampu membentuk "something wrong" itu tampak menjanjikan. Tapi dari sana pula penonton kemungkinan akan terpecah karena pada dasarnya The Babadook mayoritas berisikan aksi menunggu dimana kita diajak untuk mengamati proses destruksi pada karakter dari positif menjadi negatif, dan dengan visi yang kuat hal itu berhasil Jennifer Kent tampilkan dengan padat.


Apa maksudnya? Mengapa begitu rumit hanya untuk ditakut-takuti? Sebenarnya tidak, jika anda sejak awal telah klik dengan visi Jennifer Kent yang memilih tampil dengan visi sebuah tahapan, sebuah petualangan yang lebih mengedepankan permainan atmosfir atau suasana hati untuk kemudian membangun masalah dengan perlahan diselimuti keheningan tanpa harus kehilangan kontrol pada sensasi. Mungkin akan terasa asing, tapi pilihan berani itu menghasilkan kemasan yang terasa kuat, dari "something wrong" masuk kedalam permainan emosional ditemani rasa sedih, benci, marah, stress, dan takut, kemudian terjebak lebih dalam bersama terror serta berbagai guncangan yang dikemas dengan cekatan.

Hasil dari skenario tadi adalah sebuah tahap akhir yang "menyeramkan" dan membayar lunas kesabaran para penontonnya. Derit pintu, langkah perlahan, menanti di kegelapan dalam kondisi waspada, hal-hal klasik tadi bahkan kerap di mix dengan momen-momen lucu yang mampu mengundang tawa, tapi alasan mengapa The Babadook merupakan real deal di genre horror tahun 2014 sejauh ini adalah karena ia mampu menyandingkan dengan sangat baik narasi bersama dengan sensasi. Apa yang anda inginkan dari sebuah film horror The Babadook punya, dan meskipun kuantitasnya terasa kurang tidak akan terasa mengganggu berkat narasi yang dipenuhi interaksi dan emosi yang juga tampil menarik.


Lantas apa minus yang mengganggu dari The Babadook? Imo tidak ada, tidak begitu menyeramkan memang tapi sensasi horror yang ia berikan sangat menyenangkan. Nah, hal terakhir itu yang mungkin akan sedikit berbeda, tidak ada boom-boom-boom penuh kejutan oktan tinggi disini, The Babadook lebih seperti sebuah orchestra yang membuat penontonnya terombang-ambing dan kemudian terkejut ketika nada sedikit tinggi hadir sesaat. Semua dijaga untuk tampil ketat, dari fokus pada cerita, fokus pada emosi, hingga atmosfir, meskipun ada aksi menunggu tidak ada yang terasa layu, semua karena tersusun dalam sebuah skema yang di eksekusi dengan rapi, keseimbangan yang mampu membentuk teknik seperti close-up dapat memberikan rasa segar pada horror tradisional ini.

Dua pemeran utama juga punya andil sangat besar pada kesuksesan yang diraih The Babadook, terlebih mengingat penggunaan efek yang cukup minim disini. Noah Wieseman adalah bintang baru yang cemerlang, sangat suka pada cara ia melemparkan teror di awal dengan menggunakan mata, kesan ambigu pada misteri juga mayoritas terjaga dengan sangat baik berkat kemampuannya dalam menyeimbangkan penggunaan ruang bersama Essie Davis. Mungkin masih terlalu dini, tapi nama terakhir punya kans yang cukup kuat untuk menjadi aktris terbaik versi saya tahun ini, seperti menyaksikan Mia Farrow di Rosemary Baby, berawal dari rasa lelah kemudian kemunculan rasa sakit, marah, hingga sedih itu ditampilkan dengan sangat baik oleh Essie Davis namun tetap mudah dijangkau oleh penontonnya.


Overall, The Babadook adalah film yang memuaskan. Sederhana dan tradisional, tapi keputusan untuk tidak hanya sebatas menjual efek khas horor bersama visual suram, kemudian menyandingkan mereka dengan narasi yang lucu tanpa harus terasa konyol, menyentuh tanpa terasa terlalu mellow, hingga bermain-main liar dalam ketenangan tanpa terasa menjengkelkan, Jennifer Kent serta dua pemeran utama berhasil menghadirkan efektifitas pada sebuah dongeng psikologis dan supranatural yang: bijak dalam bercerita, lembut ketika berjalan, namun tetap pedas saat memberi "kejutan". Ba-ba-ba! Dook-dook-dook!

Review Film Sinister 2012

Sebuah ambisi yang besar akan memberikan anda tekanan yang besar pula. Hal tersebut akan semakin berat ketika anda memiliki masa lalu yang cukup cemerlang, namun kini berada dalam kondisi sebaliknya. Ellison Oswalt (Ethan Hawke), seorang novelis yang selalu mengangkat tema kejahatan nyata yang pernah terjadi sebagai bahan bukunya, bersama keluarganya pindah ke sebuah rumah yang memiliki cerita masa lalu kelam, yang pada akhirnya membawa sebuah bencana besar bagi keluarganya.

Dibuka dengan satu keluarga yang terdiri dari empat orang, mati perlahan dengan tergantung di pohon, anda akan langsung menyaksikan seorang gadis kecil bernama Ashley (Clare Foley), anak perempuan dari Ellison dan Tracy (Juliet Rylance), sedang asyik menggambar di dinding kamar barunya, dan menolak untuk membantu mengemasi barang kedalam rumah baru mereka. Ya, sebenarnya Ashley tidak ingin pindah, karena itu hanyalah tuntutan pekerjaan dari ayahnya.

Benar, rumah tersebut adalah objek terbaru Ellison untuk proyek terbarunya, dengan kasus utama hilangnya seorang anak bernama Stephanie. Singkat cerita, Ellison menemukan sebuah kotak di loteng rumah barunya, yang berisikan sebuah proyektor dengan beberapa cuplikan super 8 yang masing-masing memiliki label, dengan jarak tahun yang cukup besar. Ya, itu adalah cuplikan tentang proses pembunuhan sadis beberapa keluarga. Semua semakin menarik ketika Ellison menemukan sesosok setan disalah satu cuplikan tersebut, sedang menonton proses pembunuhan, tanpa terlibat didalamnya.


Pertama, sejak awal saya sudah disuguhkan satu tokoh yang berhasil membuat saya tertarik dengan permasalahan yang ia hadapi. Ellison, pria yang tidak santai dan memiliki sebuah aturan khusus untuk istri dan kedua anaknya, Ashley dan Trevor (Michael Hall D'Addario). Tidak boleh ada yang masuk kedalam ruang kerjanya, tidak satupun, dan itu memberikan impresi bahwa karakter satu ini benar-benar dalam tekanan yang sangat besar dengan buku barunya, namun anehnya anda akan menilai bahwa ia adalah pria yang kuat.

Scott Derrickson sukses mengikat saya sejak awal film bergulir dengan cuplikan pembunuhan yang singkat itu. Dia berhasil menciptakan sebuah kasus yang jelas dengan kadar daya tarik yang besar. Konflik utama memiliki tekanan yang besar, kemudian hadir konflik pendukung yang berhasil menambah beban dari konflik utama. Tekanan dari sang istri, masa depan keluarganya jika buku itu gagal sukses, dan anaknya Trevor yang terus mengalami mimpi buruk, semua bekerja dengan baik.

Memang, anda tidak akan menemukan sesuatu yang baru dalam cara film ini menyampaikan ceritanya. Ya, cara klasik, suasana gelap disertai score yang soft membentuk kondisi mencekam, kemudian disertai rasa cemas akan kehadiran sosok makhluk halus disekitar karakter utama dengan bunyi-bunyi aneh. Tapi, kali ini itu semua berhasil membuat saya takut. Dengan dibantu unsur mockumentary, film ini sukses membuat saya untuk terus menjaga agar saya tetap cemas. Derrickson, anda berhasil!


Mungkin untuk beberapa expert dibidang film horror apa yang Sinister tawarkan akan terkesan standar, saya juga sedikit merasakan itu, namun anehnya synopsis dari cerita yang disusun C. Robert Cargill dan Derrickson ini sangat menarik bagi saya. Ya, ini adalah film pertama dari Derrickson yang saya tonton, sehingga saya tidak kenal “cara” yang ia pakai. Begitupula dengan status film ini yang bukan franchise, semakin menambah misteri yang dimiliki film ini, meskipun ada Jason Blum dibelakangnya.

Yang paling menarik dari film ini adalah bagaimana Derrickson mengajak saya untuk ikut merasakan tekanan dari Ellison lewat video-video yang ia putar satu per satu. Ya, ini yang paling menarik, karena dengan video tadi Derrickson menghadirkan clue-clue baru yang disuntikkan secara perlahan, semakin menambah beban dari tokoh utama, namun juga menjadikan saya terus bertanya-tanya sembari mencoba mengaitkan hubungan antar clue tadi. Hmm, saya terbawa suasana, merasa seolah ikut berjalan bersama Ellison mengitari rumah misterius itu dengan dikelilingi suasana tenang yang mencekam. Dan, ketika sosok misterius itu hadir, Derrickson berhasil membuat saya terkejut, dan juga merinding. Momen kejut yang diberikan memang klasik, namun tidak murahan.

Faktor utama keberhasilan sebuah film horror bagi saya apakah film tersebut berhasil menakut-nakuti saya sepanjang ia hadir dihadapan saya. Sinister berhasil melakukan itu. Sangat banyak momen dimana film ini mampu membuat deru nafas saya sedikit bergerak cepat ketika saya menganggap sosok misterius itu akan hadir. Ya, sangat banyak, dan anda akan terus waspada sepanjang film. Pusat film ini jelas adalah Ethan Hawke, dan beruntungnya ia mendapatkan karakter yang memang telah menjadi salah satu kelebihannya, tenang dan berkarisma, seperti menyaksikan Tom di film The Woman in the Fifth. Ethan berhasil menjadikan Ellison sebagai seorang penulis yang dihormati, namun juga seorang ayah dan suami yang memiliki ambisi sangat besar.


Overall, Sinister adalah film horror yang memuaskan. Anda tidak akan mendapatkan sesuatu yang baru dan special dari film ini, karena apa yang ia miliki dapat anda temukan di film horror lainnya. Cerita yang mudah ditebak, tidak menghilangkan daya tarik film ini berkat kinerja efektif yang dihadirkan Scott Derrickson. Atmosfir horror sangat besar, disertai momen-momen menakutkan yang sangat tricky. Sinister adalah film horror yang akan membuat anda terus cemas.

Review Film The Boy 2016

 "Be good to him and he will be good to you."

Chucky, Billy the Puppet, Annabelle, menggunakan boneka sebagai senjata baik itu yang bersifat pendamping hingga sebagai senjata utama untuk mencoba meneror penontonnya merupakan sesuatu yang selalu menarik dari sebuah film horror. Tapi kembali lagi ke dasar utama, mereka sebuah boneka sehingga perlakuan serta cara membentuk yang harus diberikan kepada boneka-boneka itu harus benar-benar tepat terutama pada menciptakan impresi menyeramkan dan menakutkan yang mereka miliki. The Boy mencoba menggunakan boneka sebagai senjata utamanya, namanya Brahams (jangan di pisah), tapi ternyata tidak meneror melainkan menjadi boneka bodor.

Seorang nanny bernama Greta (Lauren Cohan) memperoleh pekerjaan untuk mengasuh anak dari keluarga British Heelshire di sebuah rumah terpencil di pedesaan Inggris. Greta diberitahu bahwa ia akan mengasuh seorang anak bernama Brahams, namun ketika ia tiba tempat kerja barunya tersebut Greta menemukan sebuah fakta yang mengejutkan: Brahams ternyata merupakan sebuah boneka. Mr. Heelshire (Jim Norton) dan Mrs. Heelshire (Diana Hardcastle), “orangtua” Brahams, menginginkan agar Brahams tetap menjalani rutinitas sehari-hari ketika mereka berlibur. Pada awalnya Greta mengabaikan Brahams namun kemudian hal-hal aneh mulai menghampiri Greta.



Apakah kamu tersenyum ketika membaca sinopsis di atas tadi? Ya, itu adalah premis paling standard, paling klasik, dan paling klise yang bisa diberikan oleh sebuah film dengan horror sebagai jualan utamanya. Tapi bukan berarti menggunakan kembali hal-hal klasik tadi merupakan sesuatu yang salah tapi dengan syarat mutlak, jangan perlakukan mereka dengan cara yang salah. Hal itu yang justru dilakukan oleh William Brent Bell di sini, sebenarnya memiliki materi yang tidak jelek bahkan elemen penunjang lain seperti cast juga tidak tampil buruk, namun ketimbang membuat penontonnya perlahan-lahan mulai terjebak dalam rasa takut dan mulai merasa waspada yang The Boy lakukan malah membuat penonton pelan-pelan merasa frustasi.



Di bagian awal saja The Boy sebenarnya sudah kurang oke, menghabiskan terlalu banyak waktu mencoba untuk membuat kamu menilai dan merasakan bahwa Brahams adalah sosok yang menakutkan. Dalam hal misteri memang terbentuk dengan baik tapi dari sisi karakter tidak, Brahams seharusnya "dilepas" sehingga cerita bisa maju, bukan justru menahan cerita dan terus berkerja keras untuk meyakinkan penonton bahwa ada yang salah dari Brahams. Pada akhirnya “feel” dari Brahams yang notabene menjadi senjata utama di sini justru terasa kasar, penonton seperti dipaksa untuk percaya bahwa Brahams merupakan sosok yang menyeramkan. Itu kesalahan yang krusial, Brahams yang seharusnya menjadi sumber rasa takut justru tampak seperti boneka yang digunakan sebagai boneka untuk menjebak penontonnya.



Apakah sukses? Ada beberapa bagian yang sulit memang untuk dikatakan buruk, tapi mayoritas serangan dari The Boy untuk menakut-nakuti penonton terasa lemah dan murahan. Mondar-mandir di cerita tidak masalah, baik malah, tapi ia tidak punya urgensi yang oke, kamu dibuat menunggu dan menunggu dan semakin menjengkelkan karena selain misteri yang terasa biasa-biasa saja konsekuensi dari masalah yang dihadapi oleh Greta juga tidak berhasil untuk membuat penonton merasa itu penting. Greta yang sisi rentannya kurang terbentuk dengan baik oleh Lauren Cohan justru tampak seperti wanita iseng yang konyol ketimbang seorang nanny yang nyawanya sedang terancam. Seandainya fokus digeser ke psikologis Greta mungkin The Boy akan lebih baik karena harus diakui goofiness dan keseraman yang dihasilkan oleh setting tidak buruk.



Berbagai kewajiban pada tugas yang dimiliki oleh Greta sebenarnya bisa digunakan untuk membuat agar arena di mana Greta dan Brahams berinteraksi secara intens dapat tersebar merata, sehingga rasa khawatir penonton dapat terus terjaga bersama rasa curiga bukannya perlahan mati dan berubah jadi rasa frustasi. Apakah Brahams benar-benar hidup? Apakah orang tua Brahams adalah orang gila? Pertanyaan tadi sebenarnya menarik tapi karena William Brent Bell terlalu sibuk merakit misteri dan mereka tidak pernah tumbuh menjadi rasa penasaran yang bisa mempertebal situasi menegangkan The Boy justru terus konsisten datar, dan ketika ending sialan itu hadir, boom, rasa kesal yang tertinggal cukup besar. Segmented.

Review Film The Cabin in The Wood

Film dengan tema horror, pada umumnya memiliki ciri khas yang tidak begitu jauh berbeda satu dengan lainnya, baik dari segi ide utama, jalan cerita, setting, hingga pada cara mereka diakhiri. Lewat The Cabin in The Wood, Drew Goddard dan Joss Whedon mencoba menyajikan sebuah cerita yang mengupas bagaimana film horror itu dibuat, dengan disertai kritikan tajam, dan sedikit permainan yang menyenangkan.

Lima pemuda-pemudi dengan karakteristik yang berbeda, Curt (Chris Hemsworth), Dana (Kristen Connolly), Jules (Anna Hutchison), Marty (Fran Kranz), dan Holden (Jesse Williams), memutuskan mengisi liburan mereka dengan menyewa sebuah kabin ditengah hutan, dan terjebak di proyek rekayasa yang dibangun Sitterson (Richard Jenkins) dan Hadley (Bradley Whitford). Terkesan standard memang, dan dengan mudah anda dapat menebak hal apa yang akan dialami kelima anak muda tersebut. Goddard dan Whedon berhasil menciptakan pembukaan, yang bagi saya menciptakan impresi awal yang sangat kuat. Bahkan saya sempat terkejut ketika perbincangan santai antara Sitterson dan Hadley tengah berlangsung, secara tiba-tiba muncul tulisan besar berwarna merah bertuliskan “The Cabin in the Wood”. Efektif!!!


Impresi awal dari segi cerita, dikontrol dengan baik oleh Goddard dan Whedon. Anda akan diajak untuk mengikuti proses penelusuran kelima pemuda-pemudi ini, melalui permainan nakal mereka yang berujung bencana. Misteri disajikan dari intensitas paling kecil, perlahan mulai bergerak naik seiring dengan tingkat ketegangan yang diberikan. Namun kunci dari film ini yang mungkin jarang anda temui dari film bertemakan horror saat ini adalah bagaimana mereka menjaga misteri yang mereka ciptakan. Kekonyolan khas anak muda jaman sekarang, kemudian disuntikkan teknologi canggih, dan kembali proses bangkitnya hantu yang sudah familiar, berhasil membuat anda untuk tetap fokus sembari berpikir apa sebenarnya maksud dan tujuan dari cerita yang mereka sampaikan. Ini ditambah dengan rasa bingung pada kemanakah cerita ini akan berakhir, karena proses eliminasi yang Goddard dan Whedon berikan kepada tokoh utama.

Humor-humor cerdas yang disuntikkan, akan sedikit mengecoh anda pada awal film, dan menganggap “oh, ini hanya permainan”. Namun, layaknya kelima tokoh utama yang telah berhasil dikurung dalam “ruang bermain” bagi Sitterson dan Hadley, anda juga akan merasakan hal yang sama. Celakanya, plot utama dari cerita ini berhasil Goddard dan Whedon tutup dengan rapat, baik, dan cermat. Ini menjadikan sajian ketegangan yang sebenarnya tidak begitu berbeda dengan apa yang film horror berikan pada umumnya, terasa berbeda karena anda masih merasa gelap dengan cerita yang tidak mengalami gebrakan yang besar, namun bergerak perlahan dari tingkat rendah, cukup, hingga yang tertinggi.

Proses eliminasi yang Goddard dan Whedon kemas selama satu jam, memberikan kesan pertama bahwa proses tersebut masih akan berlanjut. Dan, Baam, Goddard dan Whedon menghadirkan twist, yang bagi saya berhasil memberikan gebrakan cerita yang sedikit lebih besar dibandingkan satu jam pertama. Penempatan yang cerdik, berbuah hasil yang sangat cemerlang. Cerita yang telah berjalan dengan indahnya dijalur utama, dibelokkan secara gamblang, yang berhasil menjadikan saya tersenyum bahwa dugaan saya cerita akan terkuak ternyata salah besar.


Overall, The Cabin in the Wood menghadirkan tontonan yang sangat memuaskan. Sebuah film yang telah dinantikan begitu lama, sukses memberikan jawaban yang memenuhi ekspektasi awal saya. Saya merasa beruntung dengan keputusan saya menjauh dari segala review yang telah muncul. Saya bukanlah seorang penggemar horror kelas fanatik. Mungkin hal itulah yang menjadikan apa yang disajikan film ini memberikan kesan yang sangat mendalam. Lewat naskah yang mayoritas bekerja dengan baik, Goddard dan Whedon berhasil mengajak anda ikut bermain bersama lima tokoh utama yang berhasil diperankan dengan baik oleh kelima cast. Dengan plot utama yang terus dijaga dengan baik dari awal hingga akhir, anda akan terus berpikir dan mungkin saja bingung dengan maksud dari cerita yang anda saksikan, sembari terus dijejalkan ketegangan-ketegangan di bagian tengah film, yang bagi saya bukanlah sesuatu yang baru untuk genre horror. Semua clue yang Goddard dan Whedon berikan sejak awal, berfungsi dengan baik. Keindahannya adalah, Goddard dan Whedon berhasil menciptakan sebuah batas, yang menjadikan luas cakupan cerita menjadi sempit, kemudian menyuntikkan misteri dengan cara perlahan, sehingga ancaman yang dihadapi kelima tokoh menjadi menumpuk, dan disaat yang tepat menghadirkan twist yang akan membuat anda mengatakan “wow”.

10 Karakter Film Terbaik dan Terpopuler Tahun 2016

Sejumlah film film bioskop box office produksi Hollywood telah dirilis sepanjang tahun 2016. Dari sekian banyak film yang beredar, sejumlah judul film menjadi populer karena sudah diantisipasi sejak tahun lalu. Beberapa di antaranya adalah film superhero comic book di antaranya Batman vs Superman, Captain America Civil War, X-Men: Apocalypse, Deadpool, Doctor Strange atau Suicide Squad. Sementara sejumlah film lain seperti The Nice Guys, Green Room, The Lobster atau 10 Cloverfield Lane juga banyak dipuji oleh para pengamat film.

Di antara banyak film film yang dirilis, tentu dibutuhkan kehadiran tokoh atau karakter di dalamnya untuk bisa memberi warna pada plot cerita. Mulai dari karakter komikal yang memorable seperti Joker, Captain America, Batman atau Deadpool yang banyak dijumpai di film film superhero atau pun karakter yang lebih normal yang bisa dijumpai di film film lain. Jangan lupakan juga karakter-karakter dalam film animasi yang tentu harus memiliki desain dan stereotype yang unik.

Di antara sekian banyak karakter film yang ada di tahun 2016, akan dipilih 10 di antaranya yang terbaik dan paling memorable. Karakter yang masuk dalam list haruslah karakter original yang belum pernah muncul di sekuel film sebelumnya. Berikut list selengkapnya versi tim Nama Film.


1. Deadpool / Wade Wilson

Film : Deadpool
Pemeran : Ryan Reynolds

Deadpool menjadi salah satu karakter film paling unik, dan tentu saja yang paling populer. Dibintangi oleh Ryan Reynolds, Deadpool yang memiliki nama asli Wade Wilson merupakan sosok antihero dengan gaya bicara yang kasar ini langsung menjadi fenomena film di awal perilisannya.

2. Harley Quinn

Film : Suicide Squad
Pemeran : Margot Robbie

Harley Quinn menjadi salah satu sosok sentral di film superhero villain DC, Suicide Squad. Kehadiran Harley Quinn yang dibintangi Margot Robbie mampu mencuri perhatian, mulai dari awal trailer hingga perilisan film, bahkan mengalahka sinar karakter lain seperti The Joker (Jared Leto) atau Deadshot (Will Smith).

3. Newt Scamander

Film : Fantastic Beasts and Where to Find Them
Pemeran : Eddie Redmayne

Harry Potter series belum berakhir. Kehadiran film Fantastic Beasts and Where to Find Them yang merupakan prekuel spin-off Harry Potter tentu mengobati kerinduan fans akan kehadiran film film bertema magic. Karakter Newt Scamande yang diperankan oleh aktor Inggris, Eddie Redmayne pun menjadi salah satu yang paling ditunggu sejak lama.

4. Wonder Woman / Diana Prince

Film : Batman v Superman: Dawn of Justice
Pemeran : Gal Gadot

Wonder Woman sudah terkenal di buku komik sejak lama. Namun aneh mengingat karakter dengan nama asli Diana Prince ini belum pernah diangkat ke versi layar lebar. Film Batman vs Superman: Dawn of Justice lalu menjadi awal kemunculan karakter ini. Wonder Woman yang diperankan dengan apik oleh Gal Gadot mampu mencuri perhatian di antara dua superhero lain yang lebih terkenal. Film solo Wonder Woman pun akan dirilis tahun 2017 mendatang.

5. Black Panther / T'Challa

Film : Captain America: Civil War
Pemeran : Chadwick Boseman

Satu lagi superhero baru muncul dalam franchise film Marvel's Cinematic Universe (MCU). Black Panther, yang merupakan alter-ego dari karakter T'Challa diperankan dengan apik oleh aktor Chadwick Boseman. Setelah tampil dengan porsi cukup banyak di film Captain America: Civil War lalu, Black Panther pun akan memiliki film sendiri yang tayang tahun 2018 mendatang.

6. Doctor Strange / Stephen Strange

Film : Doctor Strange
Pemeran : Benedict Cumberbatch

Another Marvel's superhero. Stephen Strange alias Doctor Strange merupakan karakter dengan kekuatan super telekinesis. Doctor Strange yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch tampil sebagai karakter utama dalam film dengan judul yang sama. Ia pun diprediksi akan bergabung dengan pahlawan pahlawan Avengers lain dalam timeline Marvel's Cinematic Universe.

7. Holland March

Film : The Nice Guys
Pemeran : Ryan Gosling

Karakter memorable lain diperankan oleh aktor Ryan Gosling. Holland March merupakan satu dari dua karakter utama dalam film action comedy The Nice Guys. Akting Reynolds begitu apik ditampilkan sebagai Holland March, seorang mata-mata privat yang harus bekerjasama untuk menemukan seorang remaja wanita yang diduga hilang.

8. Edward Snowden

Film : Snowden
Pemeran : Joseph Gordon-Levitt

Edward Snowden memang merupakan tokoh asli dalam dunia nyata. Kali ini ia tampil dalam film biografi yang diperankan oleh aktor Joseph Gordon-Levitt. Ia terkenal di dunia nyata karena banyak membocorkan info NSA (National Security Agency) Amerika Serikat pada media.

9. Hank

Film : Finding Dory
Pengisi suara : Ed O'Neill

Dory memang menjadi tokoh sentral dalam film sekuel Finding Nemo berjudul Finding Dory ini. Namun ia sudah pernah muncul di Finding Dory hingga tak masuk kategori. Sebagai gantinya terdapat karakter lain yang cukup mencuri perhatian, yaitu Hack. Hack yang suaranya diisi Ed O'Neill oleh merupakan seekor cumi-cumi yang terjebak dalam Marine Life Institute.

10. Howard Stambler

Film : 10 Cloverfield Lane
Pemeran : John Goodman

10 Cloverfield Lane menjadi salah satu film horor terbaik 2016. Film ini menghadirkan ketegangan sepanjang film. Salah satu karakter paling memorable dalam film tersebut adalah Howard Stambler yang diperankan dengan baik oleh aktor John Goodman. Karakter Howard yang tenang namun penuh misteri menjadi salah satu sumber ketegangan dan unsur thriller sepanjang film.

Karakter film terbaik lain
Lyra Erso (Rogue One)
The Blind Man (Don't Breathe)
Mowgli (The Jungle Book)
Judy Hopps (Zootopia)
Baird Whitlock (Hail, Caesar!)
Apocalypse (X-Men: Apocalypse)
Krall (Star Trek Beyond)

Itulah list 10 karakter film terbaik yang paling populer dan memorable yang dapat ditemui di film film terbaik tahun 2016. Karakter yang masuk list haruslah karakter yang belum pernah muncul di sekuel film sebelumnya. Maka dari itu, sejumlah karakter terkenal seperti Captain America, Iron-Man, Spider-Man (Captain America: Civil War), Batman, Superman (Batman v Superman: Dawn of Justice), Joker (Suicide Squad), Dory (Finding Dory) tidak termasuk dalam list di atas. Sekian info film kali ini.

10 Film Detektif Terbaik Sepanjang Masa

Film bisa hadir dengan berbagai genre dan tema. Salah satu tema film yang paling digemari adalah film dengan tema detektif. Seperti diketahui, film detektif banyak menghadirkan keseruan sepanjang film. Kita akan disuguhi tontonan khas detektif seperti memecahkan teka-teki dan puzzle untuk menguak suatu misteri atau kasus tertentu. Film detektif erat kaitannya dengan dua genre. Yang pertama adalah genre misteri, sudah pasti detektif bekerja untuk memecahkan suatu misteri. Yang kedua adalah genre crime/kriminal, dimana biasanya terdapat kasus entah itu pembunuhan, perampokan atau kasus lain yang harus dipecahkan sang detektif.

Terdapat banyak film dengan tema detektif sepanjang sejarahnya. Banyak yang menganggap bahwa film The Maltese Falcon di tahun 1941 merupakan salah satu pelopor film detektif, selain itu juga ada film Chinatown di tahun 1974 yang begitu terkenal. Ada juga film Who Framed Roger Rabbit yang terkesan unik karena menggabungkan unsur animasi dan live action. Berikutnya juga ada film film dengan karakter Sherlock Holmes, salah satu karakter detektif fiksi paling populer. Belum lagi film film detektif karya sutradara David Fincher yang terkenal seperti Se7en atau Zodiac. Di era modern pun banyak bermunculan film detektif yang dipadukan dengan unsur thriller.

Dari banyak film dengan tema detektif, kami mencoba memilih 10 film terbaik yang mengambil tema detektif. Dalam pemilihan list ini, film yang masuk harus memiliki karakter sebagai seorang detektif, entah itu detektif privat atau polisi detektif, dimana ada masalah atau kasus yang harus dipecahkan. Untuk itu film misteri atau crime secara general yang tidak mengandung unsur detektif tidak masuk dalam list. Berikut daftar 10 film detektif terbaik sepanjang masa selengkapnya.

10 Film Detektif Terbaik Sepanjang Masa

1. Chinatown

Tahun : 1974
Genre : Misteri, Drama, Thriller
Sutradara : Roman Polanski
Pemain : Jack Nicholson, Faye Dunaway, John Huston, Perry Lopez

2. The Maltese Falcon

Tahun : 1941
Genre : Crime, Misteri
Sutradara : John Huston
Pemain : Humphrey Bogart, Mary Astor, Gladys George, Peter Lorre

3. Zodiac

Tahun : 2007
Genre : Crime, Misteri, Thriller, History
Sutradara : David Fincher
Pemain : Jake Gyllenhaal, Robert Downey Jr, Mark Ruffalo, Anthony Edwards

4. The Big Sleep

Tahun : 1946
Genre : Misteri, Crime, Thriller
Sutradara : Howard Hawks
Pemain : Humphrey Bogart, Lauren Bacall, John Ridgely, Martha Vickers

5. The Girl with the Dragon Tattoo

Tahun : 2011
Genre : Misteri, Thriller, Crime
Sutradara : David Fincher
Pemain : Daniel Craig, Rooney Mara, Christopher Plummer, Stellan Skarsgard

6. Who Framed Roger Rabbit

Tahun : 1988
Genre : Animasi, Misteri, Komedi, Adventure, Family
Sutradara : Robert Zemeckis
Pemain : Bob Hoskins, Christopher Lloyd, Joanna Cassidy, Charles Fleischer

7. Se7en

Tahun : 1995
Genre : Crime, Misteri, Thriller
Sutradara : David Fincher
Pemain : Brad Pitt, Morgan Freeman, Gwyneth Paltrow, Kevin Spacey

8. L.A. Confidential
Daftar 10 Film Detektif Terbaik Sepanjang Masa

Tahun : 1997
Genre : Misteri, Crime, Drama, Thriller
Sutradara : Curtis Hanson
Pemain : Kevin Spacey, Russell Crowe, Guy Pearce, Kim Basinger

9. Kiss Kiss Bang Bang

Tahun : 2005
Genre : Crime, Misteri, Komedi
Sutradara : Shane Black
Pemain : Robert Downey Jr, Val Kilmer, Michelle Monaghan, Corbin Bernsen

10. Sherlock Holmes

Tahun : 2009
Genre : Action, Misteri, Adventure, Crime
Sutradara : Guy Ritchie
Pemain : Robert Downey Jr, Jude Law, Rachel McAdams, Mark Strong

Film detektif terbaik lainnya;

Vertigo (1958)
Brick (2005)
The Silence of the Lambs (1991)
Laura (1944)
The Thin Man (1957)
The Nice Guys (2016)
Heat (1995)
The Long Goodbye (1973)

Nah itu tadi info list 10 film detektif terbaik dunia sepanjang masa selengkapnya. Beberapa film detektif klasik terkenal seperti The Maltese Falcon, The Big Sleep atau Chinatown masuk dalam list bersama dengan film film yang lebih modern seperti Zodiac, Sherlock Holmes hingga The Girl with the Dragon Tattoo. Sekian informasi list film terbaik kali ini.

Sinopsis Film Noah 2014

Film Noah ini merupakan salah satu film yang sangat kontroversial di tahun 2014, dimana film ini juga mendapat kecaman di Indonesia dan tidak boleh tayang disemua bioskop di Indonesia.

Film ini merupakan salah satu karya Darren Aronofsky dan film Noah (2014) patut mendapat acungan jempol untuk dari keseluruhan alur cerita, serta semua karakter pemainnya yang ada di film ini.

Noah (2014) menceritakan dimana akhir dari dunia sudah dekat, hal ini didapat dari mimpi Noah dimana dalam mimpi tersebut, bencana sudah dekat dan bencana besar ini akan terjadi untuk menghapus dosa manusia seperti apa yang dikatakan oleh Alkitab.

Akibat selalu terganggu dengan mimpi terebut, Noah meminta pendapat kepada sepupunya, dimana dalam mimpi tersebut dirinya ditenggelamkan kedalam air lalu juga ada badai besar yang menerjang bumi, setelah meminta pendapat dari sepupunya yang diperankan oleh Anthony Hopkins, Noah sepakat bersama keluarganya untuk membuat sebuah kapal besar.

Kapal besar yang disebut bahterah besar ini akan digunakan Noah untuk membawa dirinya beserta orang-orang dekat serta semua hewan yang bisa mengisi bahterah besar ini, tapi ada dimana adegan seru dimana anak noah lari dari hutan tempat dimana Noah membangun bahterahnya lalu ada segerombolan orang yang meremehkan dirinya dimana dikatakan “You’re alone” lalu dijawab oleh Noah “im not alone”dan setelah omongan itu muncullah sekawanan burung gagak hitam yang terbang beserta hujan rintik mulai turun.

Untuk keseluruhan film dan packaging film ini sangat keren, walaupun film ini diboikot di Indonesia, banyak yang masih belum menonton film ini? langsung aja nonton film ini di senimovie yuk.

Klik link ini untuk nonton gratis : Nonton film online

Sutradara : Darren Aronofsky
Penulis Naskah : Darren Aronofsky, Jhon Logan
Tanggal Liris : 28 Maret 2014
MPAA RATINGS : Bimbingan Orang Tua
Genre : Religius, Aksi
Studio : Paramount Pictures

Pemain :
Russle Crowe sebagai Noah ( Nuh )
Jennifer Connelly sebagai Naameh ( Naamma )
Douglas Booth sebagai Shem ( putra Noah )
Logan Lerman sebagai Ham ( putra Noah )
Emma Watson sabagai Ila ( Putri Adopsi Noah )
Anthony Hopkins sebagai Methuselah
Ray Winstone sebagai Tubal-Cain
Kevin Durand sebagai Malaikat yang menolong Noah

5 Film dengan Penghasilan tertinggi

Para pencinta film bioskop tentunya ingin tau kan film dengan penonton tertinggi dalam bulan ini. Berikut adalah ulasan mengenai film dengan penonton tertinggi bulan ini.

Di atas gerhana $ 1 miliar di seluruh dunia, Disney dan Black Panther Marvel sekarang telah mencapai apa yang tidak ada film lain di Alam Semesta Marvel. Cinematic dengan pencapaian tertinggi bertahan di box office berturut-turut dari akhir pekan hingga pekan keempat sejak film dirilis. Kesimpulannya, Film superhero tersebut berada di atas Disney’s A Wrinkle in Time yang dibuka di tempat kedua yang diikuti oleh Aviron’s The Strangers: Prey at Night.

Dengan perkiraan $ 41.100.000, Black Panther berada di puncak box office akhir pekan berturut-turut setelah dirilis. Terakhir kali sebuah film yang dikelola adalah Star Wars: The Force Awakens. Kostum domestik film ini sekarang mencapai angka $ 562 juta yang luar biasa menjadikannya pelepasan superhero terlaris kedua terbesar sepanjang masa dan keseluruhan keseluruhan rilis nasional yang ketujuh. Selain empat akhir pekan Black Panther di posisi ke-1, penampilan film akhir pekan ini adalah pekan keempat terbesar keempat sepanjang masa di belakang Force Awakens ($ 42.3 juta).

Secara internasional, Black Panther memulai debutnya di pasar utama akhir akhir pekan ini, China, di mana dibuka dengan perkiraan $ 66,5 juta. Secara keseluruhan, akhir pekan internasional film ini menambahkan sekitar $ 100 juta ke garis bawahnya, mendorong total luar negeri menjadi $ 516,6 juta untuk penghitungan global yang sekarang mencapai $ 1,078 miliar. Black Panther adalah film kelima di MCU yang mencapai nilai ini dan memecahkan 20 besar sepanjang masa.

Disney’s A Wrinkle in Time mendarat di posisi kedua dengan perkiraan $ 33,3 juta pada akhir pekan pembukaannya. Hasilnya hanya di bawah $ 35 juta yang diperkirakan studio dan jauh di bawah ramalan Mojo yang agresif. Penalaran untuk debut film yang tidak bersemangat ini kemungkinan besar akan berfokus pada dominasi Black Panther yang terus berlanjut di pasar dan juga ulasan campuran yang diterima film tersebut sampai akhir pekan. Waktu akan mengatakan seberapa baik Wrinkle akan dapat bertahan selama akhir pekan yang akan datang karena CinemaScore “B” diharapkan bisa berjalan dengan baik. Sampai sekarang perbandingan pra-akhir pekan ke Tomorrowland, yang juga dibuka dengan $ 33 juta pada tahun 2015, tampaknya terus berlanjut. Film itu menghasilkan $ 93,4 juta di dalam negeri.

Secara internasional, A Wrinkle in Time memulai debutnya dengan $ 6,3 juta di sekitar 14% dari pasar internasional. Memimpin jalan adalah Rusia dengan $ 4,1 juta diikuti oleh Spanyol dengan $ 1 juta. Film ini akan debut di Prancis pada hari Rabu mendatang diikuti dengan rilis di Inggris pada tanggal 23 Maret dengan bukaan di Italia, Australia, Brazil dan Meksiko pada akhir bulan ini.

Aviron’s The Strangers: Prey at Night memulai debutnya di tempat ketiga dengan perkiraan $ 10.2 juta, sesuai dengan harapan. Membuka akhir pekan demografi melihat film tersebut bermain untuk audiens yang 51% perempuan dan akhir pekan film mencetak CinemaScore “C”.

Fox’s Red Sparrow mendarat di posisi keempat, menjatuhkan sepuluh terburuk 51,6% dengan perkiraan $ 8,15 juta. Audiens domestik film ini sekarang mencapai $ 31,1 juta setelah sepuluh hari di rilis. Film ini juga menambahkan $ 15,7 juta secara internasional akhir pekan ini untuk meningkatkan penjualan di seluruh dunia menjadi $ 82,9 juta.

Film yang Membulatkan lima besar adalah Film Warner Bross, Game Night, yang turun hanya 24% untuk perkiraan $ 7,9 juta dalam tiga hari. Audiens film komedi R-rated sekarang mencapai $ 45 juta saat memasuki minggu ketiga sejak dirilis. Secara internasional, film ini menambahkan $ 5,4 juta lagi akhir pekan ini dengan membawa Audiens dari luar negeri menjadi $ 24,7 juta untuk sebuah penjualan global hanya sekitar $ 70 juta.

Sinopsis Deadpool 2 2018

Deadpool 2 merupakan sekuel kedua dari deadpool yang tayang perdana pada tahun 2016 dan film pertama Marvel ini sukses dipasar dan meraup banyak keuntungan dari penayangan perdananya.

Pencapaian di Film Deadpool (2016)

Film ini masih akan dibintangi oleh Ryan Reynolds (pemeran utama) sukses dengan karakter yang diperankan Artis ini tetap dipanggi oleh sutradara David Leitch untuk memerankan Deadpool di sekuel keduanya.

Dengan kerjasama antara Marvel serta 20th Century Fox sudah pasti film ini akan mendapatkan promosi besar-besaran untuk mendapatkan kesuksesan yang sama dengan sekuel pertamanya, rencananya film ini akan rilis pada tanggal 1 Juni 2018 (USA).

Proses syuting film ini sudah dimulai pada 17 Juni 2017 lalu tepatnya di Hatley Castle Kanada yang merupakan gambaran yang sering dipakai sebagai X-Mansion di film X-men. Proses syuting ini sempat terhenti selama 2 hari dikarenakan akibat insiden kecelakaan yang menewaskan seorang Stuntwoman “SJ”

Sinopsi Deadpool 2 (2018)

Untuk sampai sekarang sinopsi / alur cerita film Deadpool 2 ini masih belum ada kejelasan, tapi jika kita lihat dari trailer yang sudah ada di media sosial Ryan Reynolds (Wade) masih akan tetap sama untuk memberantas kejahatan dengan cara unik dan ada sentuhan komedi segar, Bagaimana menurut pendapat anda tentang film yang akan tayang pada pertengahan 2018 ini ? Kita tunggu saja film ini di bioskop kesayangan anda masing-masing.

Chris Evans Ingin Berhenti Menjadi Pemeran Captain Amerika Setelah Avenger 4

Aktor di balik tokoh Captain America masa kini, Chris Evans, baru saja mengutarakan jika ia "sudah selesai" memerankan Captain America. Proyek terakhirnya adalah film Avengers 4 yang saat ini masih dalam tahap produksi. Apa gerangan yang membuat sang aktor merasa ingin berhenti?

Di samping Robert Downey Jr. dan Chris Hemsworth, Chris Evans adalah figur sentral yang menjadi salah satu "bintang perintis" MCU. Ia bermain sebagai Steve Rogers di film pertama Captain America, ketika Marvel Cinematic Universe belum sesukses sekarang. Bisa dikatakan, film itu adalah salah satu fondasi yang membentuk keberhasilan MCU saat ini.

Di tahun-tahun berikutnya, nama Chris Evans sebagai pemeran Captain America makin dikenal, seiring dengan kemunculannya di film-film Marvel lain yang sukses di pasaran.

Marvel's Avengers, Captain America: The Winter Soldier, Avengers: Age of Ultron, dan tentunya Captain America: Civil War, adalah serangkaian film-film MCU yang meraup kegemilangan dan menjadikan karakternya sebagai tokoh penting di antara superhero lainnya. Film kedua Captain America bahkan sering disebut-sebut sebagai film terbaik Marvel, bersaing dengan rilis pertama Avengers dan Iron Man.

Namun dalam sebuah wawancara bersama The New York Times, Chris Evans justru menyiratkan jika ia ingin hengkang dari keterlibatannya sebagai Captain America.

Komentar ini bermula ketika ia mengkonfirmasi bahwa syuting untuk film Avengers 4 sudah selesai dilakukan, meski ada kemungkinan pengambilan gambar ulang yang menyusul di kemudian hari. Ditanya soal perasaannya memerankan Captain America untuk yang kesekian kalinya, Evans menjawab dengan, "Anda (akan) berencana turun dari sebuah kereta sebelum didorong keluar."

Pernyataan itu mengindikasikan keinginan Chris Evans untuk mundur secara terhormat, sebelum fans dan eksekutif studio mulai jenuh (dengan kehadirannya) dan mendepaknya keluar dari MCU. Kekhawatiran Evans tampaknya beralasan, mengingat ia sudah memainkan figur Captain Amerika sejak 2011. Bahkan untuk seukuran karakter di film franchise, 7 tahun jelas bukan waktu yang sebentar.


Bukan Pertama Kalinya

Pengungkapan ini sebenarnya bukan yang pertama kali dilontarkan oleh Chris Evans. Di masa promosi Avengers: Age of Ultron sekitar 3 tahun lalu, aktor yang pernah bermain dalam film Korea Selatan berjudul Snowpiercer itu juga mengindikasikan kemundurannya setelah menyelesaikan trilogi Captain America. Namun ternyata, ia tampak memperpanjang kontrak untuk bisa bermain di dua film Avengers berikutnya.

Dengan kehadiran Avengers: Infinity War sebagai film ketiga yang siap rilis bulan depan, dan film keempat yang dikonfirmasi sudah selesai syuting. Jelas ini sudah waktunya bagi Chris Evans untuk kembali mempertimbangkan masa keterlibatannya sebagai Captain America.


Memicu Spekulasi Kematian Captain America

Sejak Avengers: Infinity War mulai digarap, fans dan para pengamat sudah sibuk meramalkan siapa karakter Avengers yang akan tewas dalam pertempuran melawan Thanos.

MCU memang hampir selalu dikritik karena temanya yang kurang serius, tidak memiliki sense of danger yang nyata, dan kerap meremehkan kematian karakter ikonik. Ambil saja contohnya dari Phil Coulson yang dihidupkan kembali di layar kaca, Quicksilver yang kurang memiliki momentum, Nick Fury dengan kisah 'kembali dari kubur' yang begitu klise, dan 'pengorbanan' Loki yang menjadi tidak dramatis karena ia selalu dibangkitkan kembali.

Menanggapi hal itu, sutradara dan penulis Avengers: Infinity War meyakinkan jika film ini bakal benar-benar menampilkan kematian tokoh penting yang meninggalkan kesan mendalam. Iron Man, Captain America, Vision, hingga Loki pun ramai diperbincangkan sebagai 'korban' paling memungkinkan.

Pernyataan Chris Evans tentang niatnya untuk berhenti jelas semakin mengipasi rumor kematian Captain America di akhir film Avengers terbaru. Sebagian menduga ia bakal tewas di Infinity War dan kembali dalam adegan-adegan flashback di Avengers 4. Namun ada pula yang memperkirakan jika ia baru akan terbunuh di Avengers 4.

Dalam cerita komiknya, Steve Rogers memang pernah menanggalkan kostum Captain America-nya. Ia pun pernah dikisahkan tewas, lalu digantikan oleh Winter Soldier, Falcon, dan beberapa superhero lainnya. Apakah film MCU akan mengikuti plot itu? Kita tunggu saja jawabannya dalam beberapa waktu mendatang. Yang jelas, dunia sekarang tengah bersiap menyambut kehadiran Avengers: Infinity War terlebih dulu.

Lagipula, beberapa penggemar yang optimis memperkirakan jika Chris Evans mungkin masih terlibat dalam taraf tertentu, meski sudah tidak menjadi Captain America. Bagaimanapun juga, Steve Rogers dan Captain America adalah dua persona yang berbeda.

8 Film yang Paling Dinantikan Di Tahun 2018

8 film
8 daftar film yang paling dinanti pada tahun 2018 ini akhirnya telah kami hadirkan hanya untuk Anda. Beberapa film yang masuk dalam list ini tentunya ada yang merupakan garapan studio Marvel dan ada juga yang bertema horor dan tentunya sangat menegangkan dan bakal seru untuk disaksikan nantinya. Oke, langsung saja listnya berikut ini!

8. AVANGERS: INFINITY WAR

Ini merupakan salah film besutan Marvel Studios yang tentunya banyak ditunggu oleh para pencinta film, terutama film Superhero. Film ini diprediksi akan menjadi salah satu film yang bakal mengisi chart Box Office dunia nantinya. Kenapa,? Pasalnya, sang bos Marvel Studios, Kevin Feige telah membocorkan atau mengkonfirmasi bahwa film ini akan menyelesaikan alur cerita utama dari keseluruhan film Avangers sebelumnya hingga bakal lebih menawarkan plot cerita yang lebih menarik dan efek visual yang lebih keren pada adegan aksi para superheronya. Benarkah begitu? Kita kan membuktikannya nanti setelah bisa menonton film ini tahun depan.

7. THE MEG

Jika Anda bertanya-tanya apakah kita memiliki saat-saat di mana kita berperilaku sebagai orang dewasa, maka kita nampaknya akan menolak keinginan untuk menempatkan Meg di bagian atas daftar ini. Pembaca reguler tidak perlu mengatakan seberapa kuat dorongan untuk hal menjadi dewasa itu. Film The Meg merupakan film yang sedikit memabahas soal itu, dimana Jason Statham  bertempur dengan makhluk laut setinggi 75 kaki demi bisa menyelamatkan samudra. Ini adalah adaptasi pertama dari seri Novel karya Steve Alten. Ada nama sutradara Jon Turteltaub dalam proyek film ini lalu ada aktor Jessica McNamee, Li Bingbing, Ruby Rose dan Rainn Wilson yang menjadi co-star bersama The Statham. Kabarnya film ini bakal dirilis bulan Agustus 2018 mendatang.

6. THE IRISHMAN


Dengan hadirnya nama Robert De Niro dan Martin Scorsese dalam proyek film ini, tentu mampu membuat penasaran para pencinta film. Ya, proyek film ini menyatukan kedunya setelah film Casino yang menuia sukses dan pujian para kritikus film. Selain itu, ada nama-nama Joe Pesci, Al Pacino, Harvey Keitel, Anna Paquin, Jack Huston, Bobby Cannavale yang bakal menghias film The Irishman ini. Dan film ini adalah drama massa, karena De Niro yang berperan sebagai Frank Sheeran aka ‘The Irishman’ menceritakan bagaimana dia terlibat dalam pembunuhan Jimmy Hoffa. Tentang rilisnya film ini masih 50-50, karena pakah kita bisa menyaksikannya  di bioskop kesayang kita tahun 2018 atau kita bisa menyaksinya di layanan streaming Netflix pada tahun 2019. Tetapi yang jelas, film ini sepertinya sudah dalam pengamatan kualifikasi Piala Oscar pada akhir 2018 mendatang. So, film ini memang patut untuk masuk daftar film yang paling dinanti pada tahun 2018 ini.

5. BLACK PANTHER

Sepanjang tahun 2017 ini nampak dipenuhi akan film-film komik. Dan mungkin tahun 2018 juga bisa begitu, karena kehadiran film Black Panther yang disutradarai oleh Ryan Coogler nantinya. Ya, ini bisa mungkin sebuah karya luar biasa lainnya dari sang sutardara itu, mengingat kesuksesannya saat mengarahkan film-film hit seperti Creed. Ada juga aktor  Chadwick Boseman yang tampil memikau saat debutnya memainkan peran karakter T’Challa /Black Panther di film Captain America: Civil War. Di antara pemain pendukung di film ini adalah Michael B Jordan, Lupita Nyong’o, Martin Freeman, Angela Bassett, Forest Whitaker dan Andy Serkis. Ini adalah yang pertama dari tiga film alam semesta Marvel cinematic yang direncanakan bakal rilis di tahun 2018.

4. THE INCREDIBLES 2


Sementara Fox masih membahas tentang apa yang harus dilakukan dengan hak filmnya terhadap Fantastic Four, sang penulis /sutradara Brad Bird rupanya tengah mengarahkan suatu proyek film animasi (yang juga sutradara dari Mission: Impossible – Ghost Protocol dan Tomorrowland) untuk menindaklanjuti film Fantastic Four terbaik sampai saat ini. Film The Incredibles adalah salah satu film Pixar terbaik, dan kini bersama Disney film sekuel ini akan membangun gagasan tentang film manusia super kuat itu lagi. Namun bakal ada penjahat baru untuk bertarung, namun juga disispi oleh beberapa konflik yang berkembang di rumah keluarga superhero itu. Akan seperti apakah film sekuel dari Pixar ini nantinya? Kita tunggu dan saksikan saja pada tahun 2018 mendatang.

3. EARLY MAN


Ini merupakan film animasi yang layak untuk masuk daftar film yang paling dinanti pada tahun 2018 ini. Kenapa? Karena film animasi menawarkan banyak hal yang mampu membuat para anggota keluarga mengambil banyak pelajaran tentang kehidupan di alam semesta ini. Adalah sutradara Nick Park yang mengarahkan film ini. Ia merupakan sutradara yang telah menuia sukses lewat film hit Wallace & Gromit: The Curse Of The Were-Rabbit dan A Matter Of Loaf And Death. Dan film Early Man ini bisa dikatakan sebuah usaha animasi gerak versi baru yang menggunakan skill Aardman untuk membawa kita kembali ke manusia gua dan zaman cavewoman. Kali ini, ada sebuah petualangan yang melibatkan sepak bola, berkelahi dan banyak adegan komedi didalamnya. Jadi, tak heran, bila film ini kami masukan juga ke daftar film yang paling dinanti pada tahun 2018 ini.

2. THE HAPPYTIME MURDERS


Ini nampak luar biasa. Brian Henson belum menyutradarai sebuah film layar lebar sejak Muppet Treasure Island, dan malah menghabiskan waktunya untuk menampilkan wayangnya yang lebih dewasa, Puppet Up! Dan kali ini ia akan mengarahkan film The Happytime Murders, sebuah proyek besar tentang kisah boneka hidup bersama manusia namun tentunya dengan tema cerita lebih ke horor. Ya, dunia tersulut saat sebuah mata boneka pribadi terus berburu seorang pembunuh berantai, yang mana salah satu korbanya adalah anggota acara televisi hit 80s, The Happytime Gang. Di antara pemeran manusia ada nama-nama Melissa McCarthy, Maya Rudolph dan Elizabeth Banks. Sedangkan aktor Bill Barretta, seorang kolaborator Henson yang lama, yang sebagai salah satu tim boneka. Film ini dikabarkan bakal rilis pada bulan Agustus 2018 mendatang.

1. ANNIHILATION


Banyak dari kita tentunya belum membaca novel karya Jeff VanderMeer yang menjadi dasar film ini. Namun berdasarkan bocoran yang ada, novel tersebut bergenre thriller Sci-Fi dengan cerita yang menarik sekaligus mengerikan. Adalah Alex Garland yang menjadi penulis skenario film ini.Ada nama aktris cantik, Natalie Portman yang berperan sebagai ahli biologi untuk memburu suaminya di daerah yang dilanda bencana lingkungan dalam film ini. Sedang Oscar Isaac merupakan suami yang hilang itu, sementara Jennifer Jason Leigh berperan sebagai psikolog dari sosok yang dimainkan oleh Natalie ini.

Sekian dari saya emoga bermafaat. ^-^

Terungkap Misteri Film The Belko Experiment

Film The Balko Experiment adalah film horor yang banyak menampilkan pembunuhan yang tidak pantas. atau bahkan menyeramkan. Bagaimana tidak Film yang menyeritakan tentang sebuah gedung Milik Amerika Serikat yang dinamakan gedung Balko. Didalam gedung ini terdapat sebuah simulasi yang mengerikan dan berbagai banyak lagi. Di awal cerita awal mulanya semua berjalan baik - baik saja tetapi agak aneh saja semua petugas diganti dengan petugas baru yang entah semua tidak menyadarinya hanya satu orang saja yang menyadari bahwa banyak petugas keamanan yang diganti hanya Mike saja yang agak aneh dan merasa ada yang salah dengan semua ini, Di Simulasi pertama yaitu Didalam gedung ini terdapat setidaknya 80 orang yang setiap orang mewajibkan untuk membunuh temannya sebanyak 2 orang. Bayangkan betapa mengerikannya setiap orang mengharuskan membunuh temannya sendiri yang sudah bertahun - tahun bekerja bersama didalam gedung. Pada mulanya semua tenang dan tidak ada kegaduhan yang terjadi tetapi ketika mulai beberapa orang yang diledakkan kepalanya melalu chip yang dikira para pekerja lain adalah sebuah chip asuransi kesehatan dirubah menjadi bom waktu yang dapat membunuh semua pekerja disana. Lanjut di simulasi kedua yang pada saat itu tersisa sekitar 64 orang yang berada digedung tersebut mengharuskan mengurangi 30 orang entah dengan cara apapun. Tidakan pertama yang berbeda dengan pemikiran Mike yang saat itu adalah tokoh utama di Film The Belko Experiment pemimpin tertinggi di gedung tersebut yang bernama Barry Noris yang memiliki sekutu Wendel, Terry dan satu orang besar yang entah lupa namanya. Mereka berempat hendak mengikuti perintah untuk membunuh 30 orang yang terdapat digedung tersebut mereka memilih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang kepentingan teman kerjanya. Di Simulasi terakhir semua yang tersisa diharuskan membunuh sebanyak - banyak dan yang memiliki jumlah membunuh terbanyak dia lah yang selamat dan bisa keluar dari gedung tersebut. Dan akhirnya tokoh utama yaitu Mike keluar dengan selamat meskipun hanya membunuh rekan kerjanya sendiri. Didalam film yang menurut saya paling aneh dan menjanggal adalah lambang dari Gedung tersebut dan memiliki motto " Bringging the World Together" yang memiliki arti Membawa dunia bersama - sama. Pembahasan mengenai lambang dari Belko tersebut adalah lambang dari mata Horus yang biasa digadang - gadang dan digabungkan dengan lambang dari Iluminati ya lambang mata satu tersebut yang mewarni didalam film Belko Experiment.

Misteri Kematian Marilyn Monroe dan Biografinya

Marilyn Monroe, merupakan seorang aktris asal Amerika yang populer di era 1950-an dan 1960-an. Selain berkarir di dunia akting, ia juga merupakan seorang model dan penyanyi. Marilyn Monroe lahir dengan nama asli Norma Jeane Mortenson pada tahun 1926. Ia kemudian meninggal pada tanggal 5 Agustus 1962 di usia yang ke 36 tahun. Marilyn Monroe merupakan salah satu publik figure paling populer dan paling berpengaruh sepanjang masa. Ia masih dikenal hingga sekarang, 50 tahun setelah kematiannya. Selain karena akting dan suaranya yang bagus, Marilyn Monroe juga dikenal berkat wajahnya yang cantik. Ia bahkan menjadi artis trendsetter fashion dunia di era 50an.

Biodata Marilyn Monroe

Nama Lengkap : Norma Jeane Mortenson
Tempat Lahir : Los Angeles, California, Amerika Serikat
Tanggal Lahir : 1 Juni 1926
Meninggal : 5 Agustus 1962
Pekerjaan : Aktris, penyanyi, model
Tahun Aktif : 1945-1962

Biografi dan Misteri Kematian Marilyn Monroe
Marilyn Monroe memulai karir akting sejak tahun 1945. Awalnya ia hanya mendapat peran figuran saja. Baru pada tahun 1952, ia mulai menjadi aktris pemeran utama dalam film Don't Bother to Knock. Ia kemudian kerap membintangi film-film musikal, dimana ia juga menyanyikan lagu dalam film. Salah satu film paling memorablenya adalah Some Like It Hot (1959), yang membantunya menyabet penghargaan Golden Globe. Ia terakhir membintangi film berjudul The Misfits pada tahun 1961.

Kematian Marilyn Monroe

Marilyn Monroe meninggal pada tahun 1962. Menjelang akhir hayatnya, Monroe menderita sakit yang cukup parah. Ia juga dirundung masalah pribadi serta masalah dalam profesinya. Ia kemudian meninggal karena overdosis. Kepolisian menyatakan penyebab kematiannya kemungkinan besar karena bunuh diri. Ia meninggal pada usia 36 tahun.

Banyak pihak yang mengungapkan teori jika Marilyn Monroe mati karena dibunuh. Beberapa konspirasi menyebut Presiden Amerika saat itu John Kennedy mengetahui seluk beluk masalahnya. Pihak lain menyebut CIA atau Mafia merupakan dalang dibalik kematian Marilyn Monroe. Namun semua tidak bisa dibuktikan kebenarannya, sehingga kematiannya dianggap sebagai bunuh diri.

Meski sudah meninggal, namun nama Marilyn Monroe masih populer hingga kini. Ia terpilih sebagai artis terseksi sepanjang masa versi TV Guide Network, dan menempati posisi 6 aktris terbaik sepanjang masa versi AFI. Marilyn Monroe bahkan sudah menjadi ikon budaya dalam perkembangan pop culture saat ini.
Demikian Misteri Kematian Marilyn Manroe semoga bermanfaat saya ucapkan terimakasih